Mana yang kita pilih? Kebaikan atau Kebenaran? kebenaran berasal dari hati dan kebaikan berasal dari otak.
dalam kisah mahabharata, kita mengetahui bahwa pandawa harus membuang diri ke hutan karena kalah judi dengan kurawa. krsna awatara wisnu membawa Balarama, Drstadyumna dan pasukannya untuk mengajak pandawa menyerang kurawa dan hastinapura. namun yudistira menolah karena itu tidak sesuai dengan prinsip dharma dan kebenaran. karena pandawa kalah maka mereka harus menepati janjinya. yudistira mau menyerang hastinapura ketika massa pembuangan sudah selesai.
sesaat sebelum perang Bharatayuda arjuna menjadi sangat ragu begitu mengetahui bahwa kakenya Bhisma dan gurunya tercinta Drona ikut berperang dan menjadi musuhnya. arjuna ragu dan dia berfikir lebih baik mati ditusuk kurawa atau hidup menjadi pengemis daripada harus melawan kakek dan gurunya. namun Krsna terus membujuk arjuna untuk mau membunuh Bhisma dan Drona dengan alasan: mereka memihak kurawa dan roh itu abadi, mereka dibunuh tapi rohnya masih hidup dan akan terlahir kembali. sedangkan kebenaran harus ditegakkan. mereka tetap harus dibunuh juga.
di akhir perang Bima mematahkan paha Duryodhana dalam duel Gada. aturan mengatakan kalau menyerang bagian bawah adalah curang. Dhuryodhana adalah pemegang teguh kebenaran diapun dibilang masuk surga setelah mati, dia dikalahkan dengan cara yang curang dan licik.Balarama(Balarama ada di pihak pandawa) ingin membunuh Bima karena dia curang tapi dihalangi oleh krsna. krsna bilang Dhuryodana adalah orang jahat, tak apa2 jika dibunuh dengan licik. krsna bilang kaau kita sudah memasuki jaman kaliyuga dimana kebenaran sulit untuk dibedakan.
di suatu perjalanan setelah perang Krsna bertemu dengan seorang Rsi dan dia mengutuk Krsna jadi batu karena telah menjadi penyebab perang saudara yang sangat dahsyat. namun kutukan tersebut tak mempan karena krsna menunjukkan wujud wisnunya.
Dalam kitab sutasoma Mpu tantular menulis : Tan Hana Dharma Mangrwa (tak ada kebenaran yang mendua) menurutku itu bukanlah pernyataan yang valid. kalau begitu pasti tak mungkin ada 2 orang baik yang bertikai seperti seorang Rsi dan Krsna
apakah kebenaran itu? apakah dia sama di hati semua orang? bukankah kebenaran itu adalah sesuatu yang semu? atau sebenarnya alam semesta tak mengenal adanya benar salah tapi itu hanya ada di otak manusia atau merupakan hayalan manusia saja?
seekor singa membunuh kerbau untuk dapat makan dan bertahan hidup. bagi sebagian orang itu salah dan jahat( benar ), semua singa harus dibunuh. namun yang lain berpendapat bahwa singa jangan dibunuh, kalau tak ada y ang memakan kerbau maka jumlah kerbau akan membludak dan akan meinbulkan kekacauan ( baik )
sesaat sebelum perang Bharatayuda arjuna menjadi sangat ragu begitu mengetahui bahwa kakenya Bhisma dan gurunya tercinta Drona ikut berperang dan menjadi musuhnya. arjuna ragu dan dia berfikir lebih baik mati ditusuk kurawa atau hidup menjadi pengemis daripada harus melawan kakek dan gurunya. namun Krsna terus membujuk arjuna untuk mau membunuh Bhisma dan Drona dengan alasan: mereka memihak kurawa dan roh itu abadi, mereka dibunuh tapi rohnya masih hidup dan akan terlahir kembali. sedangkan kebenaran harus ditegakkan. mereka tetap harus dibunuh juga.
di akhir perang Bima mematahkan paha Duryodhana dalam duel Gada. aturan mengatakan kalau menyerang bagian bawah adalah curang. Dhuryodhana adalah pemegang teguh kebenaran diapun dibilang masuk surga setelah mati, dia dikalahkan dengan cara yang curang dan licik.Balarama(Balarama ada di pihak pandawa) ingin membunuh Bima karena dia curang tapi dihalangi oleh krsna. krsna bilang Dhuryodana adalah orang jahat, tak apa2 jika dibunuh dengan licik. krsna bilang kaau kita sudah memasuki jaman kaliyuga dimana kebenaran sulit untuk dibedakan.
di suatu perjalanan setelah perang Krsna bertemu dengan seorang Rsi dan dia mengutuk Krsna jadi batu karena telah menjadi penyebab perang saudara yang sangat dahsyat. namun kutukan tersebut tak mempan karena krsna menunjukkan wujud wisnunya.
Dalam kitab sutasoma Mpu tantular menulis : Tan Hana Dharma Mangrwa (tak ada kebenaran yang mendua) menurutku itu bukanlah pernyataan yang valid. kalau begitu pasti tak mungkin ada 2 orang baik yang bertikai seperti seorang Rsi dan Krsna
apakah kebenaran itu? apakah dia sama di hati semua orang? bukankah kebenaran itu adalah sesuatu yang semu? atau sebenarnya alam semesta tak mengenal adanya benar salah tapi itu hanya ada di otak manusia atau merupakan hayalan manusia saja?
seekor singa membunuh kerbau untuk dapat makan dan bertahan hidup. bagi sebagian orang itu salah dan jahat( benar ), semua singa harus dibunuh. namun yang lain berpendapat bahwa singa jangan dibunuh, kalau tak ada y ang memakan kerbau maka jumlah kerbau akan membludak dan akan meinbulkan kekacauan ( baik )
